Sumberdaya manusia (SDM) adalah salah satu yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi maupun perusahaan. SDM juga merupakan kunci yang menentukan perkembangan perusahaan. Pada hakikatnya, SDM berupa manusia yang dipekerjakan di sebuah organisasi sebagai penggerak, pemikir dan perencana untuk mencapai tujuan organisasi itu. Sebelumlanjut membahas bagaimana kondisi Kualitas Sumber Daya Manusia di Indonesia, perlu kita ketahui terlebih dahulu 'Apa itu Sumber Daya Manusia?'. Sumber daya manusia adalah orang-orang yang bekerja baik dalam bentuk kelembagaan maupun perusahaan sebagai penggerak organisasi, dalam hal ini mereka berfungsi sebagai aset yang dilatih dan RendahnyaKualitas Pendidikan di Indonesia . 28 Juni 2022 10:04 Diperbarui: 28 Juni 2022 10:15 171 1 0 + Laporkan Konten. Laporkan Akun. Lihat foto Pendidikan diartikan sebagai usaha pengajaran atau pembimbingan yang dilakukan secara kesengajaan sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, bertanggung jawab, dan mandiri. tk9p. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. RENDAHNYA SDM BERPENGARUH TERHADAP PENDIDIKAN GENERASI Indonesia memang sudah dikatakan kaya akan pendidikan. Tetapi pendidikan di Indonesia semakin hari kualitasnya semakin rendah. Banyak desa pelosok yang menjadikan sumber daya manusia rendah sehingga pendidikan generasi muda sangat berpengaruh. Sebab, ada banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya kualitas SDM, tetapi faktor yang dominan yaitu pendidikan, karakter manusia itu sendiri, dan pendidikan di Negara berkembang di Asia pasific, Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara. Sedangkan untuk kualitas para guru, kualitasnya berada pada level 14 dari 14 negara berkembang. Salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan di indonesia adalah karena lemahnya para guru dalam menggali potensi anak. Para pendidik seringkali memaksa kehendaknya tanpa pernha memperhatikan kebutuhan, minat dan bakat yang dimiliki siswanya. Tetapi pendidikan di Indonesia semakin hari kualitasnya semakin rendah. Berdasarkan Survey United Nation Educational, Scientific and Cultural Organisation UNESCO, terhadap kualitas pendidikan di Negara-negara berkembang di Asia Pasific, Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara. Sedangkan untuk kualitas para guru, kualitasnya berada pada level 14 dari 14 negara berkembang. Salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah karena lemahnya para guru dalam menggali potensi anak. Para pendidik seringkali memaksa kehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan, minat dan bakat yang dimiliki siswanya. Pendidikan seharusnya memperhatikan kebutuhan siswanya bukan justru memaksakan sesuatu yang membuat para siswa kurang nyaman dalam menuntut ilmu. Proses pendidikan yang baik adalah dengan memberikan kesempatan para siswa untuk kreatif, itu harus dilakukan sebab pada dasarnya gaya berfikir siswa tidak bisa diarahkan. SUMBER DAYA MANUSIASumber Daya Manusia SDM adalah salah satu faktor yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi sebagai penggerak,pemikir dan perencana untuk mencapai tujuan organisasi itu. Sumber daya manusia SDM merupakan salah satu factor penting dalam pembangunan. Secara makro, faktor-faktor masukan pembangunan, seperti sumber daya alam, material dan finansial tidak akan memberi manfaat secara optimal untuk perbaikan kesejahteraan rakyat bila tidak di dukung oleh memadainya ketersediaan faktor SDM, baik secara kualitas maupun kuantitas. Namun, saat ini SDM di Indonesia masih belum memiliki kualitas yang dapat mendukung laju pertumbuhan ekonomi secara maksimal. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, dari masalah pendidikan, kesejahteraan, sosial, ketenagakerjaan, dan lain merupakan kegiatan untuk membimbing anak manusia menuju kedewasaan dan kemandirian. Hal ini digunakan guna membekali anak untuk menempati kehidupannya di masa yang akan datang. Jadi dapat dikatakan bahwa, penyelenggaraan pendidikan tidak lepas dari perspektif manusia dan kemanusiaan. Tujuan pokok pendidikan adalah membentuk anggota masyarakat menjadi orang-orang yang berpribadi, berperikemanusiaan maupun menjadi anggota masyarakat yang dapat mendidik dirinya sesuai dengan watak masyarakat itu sendiri menurangi beberapa kesulitan atau hambatan perkembangan hidupnya maupun mengatasi problematikanya. Tujuan sebenarnya pendidikan di Indonesia adalah tujuan pendidikan di Indonesia sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014 tentang sistem pendidikan nasional disitu dikatakan bahwa, “ tujuan pendidikan nasional adalah untuk membentuk manusia indonesia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki kecerdasan, dan berakhlak mulia". FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDIDIKAN DI INDONESIAAda beberapa alasan yang menyebabkan tingkat pendidikan penduduk di Indonesia relative rendah tersebut. Faktor yang mempengaruhi antara lain;1. Faktor ekonominya rendah 1 2 3 Lihat Inovasi Selengkapnya JAKARTA, - Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono mengatakan, Indonesia saat ini sedang mengupayakan terciptanya sumber daya manusia SDM yang unggul. Oleh sebab itu, kata Ateng, untuk mewujudkan harapan dan cita-cita tersebut, ada tiga faktor yang harus diperhatikan dan segera dikembangkan secepat mungkin. "Faktor pertama itu adalah pembangunan sejak dini, kedua bagaimana penyerapannya ketika memasuki lapangan pekerjaan atau ke dunia usaha, dan ketiga bagaimana posisi lansia secara aktifnya," ujar Ateng dalam diskusi webinar yang disiarkan secara virtual, Senin 23/11/2020. Baca juga Indonesia Hadapi Bonus Demografi pada 2037, Apa Manfaatnya? Ateng menjelaskan untuk pembangunan sejak dini, saat ini Indonesia masih memiliki tugas memperbaiki angka stunting dan gizi buruk yang cukup tinggi."Stunting kita di 2018 sebesar 30,8 dan sekarang memang sudah 27,70 persen. Gizi buruk kita juga masih 3,9 persen. Ini masih harus kita perhatikan ke depan," ungkap dia. Selain itu, jika dilihat dari pendidikan, masih banyak anak-anak Indonesia yang belum memasuki usia prasekolah, yakni sebanyak 37,9 persen yang berada di usia 3-6 tahun. "Padahal untuk meraih Indonesia emas itu diperlukan anak-anak yang memiliki pendidikan usia yang baik, dan memiliki kesehatan yang baik," kata Ateng. Kedua, yakni bagaimana anak bisa memasuki dunia kerja juga. Ateng menyebutkan, berdasarkan data yang dia terima, skill yang dimiliki calon pekerja untuk bidang pertanian untuk low skill sekitar 96,3 persen, sementara untuk high skill hanya 0,1 persen di pertanian. "Lalu kalau di jasa bagaimana? Masih bagus karena high skillnya masih mencapai 13,5 persen, sudah lumayan. Jadi untuk faktor memasuki lapangan pekerjaan dan bagaimana posisi lansia secara aktif harus benar-benar diperhatikan. Agar bisa menciptakan Indonesia emas," pungkas dia. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Kurangnya pendidikan,banyaknya pengangguran,pertumbuhan penduduk yang tidak terkontrol,maaf kalok salah