Isnad yaitu menceritakan atau meriwayatkan dari jalur matan (kandungan hadits) atau riwayat perawi hadits. - Matan yaitu kandungan hadits yang sampai pada sanad. - Mukhrij (Arab: المخرج) yaitu sebutan untuk para perawi hadits. Mukhrij adalah orang yang menuturkan para perawi hadits seperti Bukhari dan Muslim. - Muhdits adalah orang yang
Sekianmengenai kumpulan hadits nabi tentang akhlak lengkap. Seluruh hadist di atas menunjukkan kemuliaan, keutamaan, manfaat bagi mereka yang berakhlak terpuji, juga menunjukkan kerugian bagi mereka yang memiliki sifat tercela. Semoga bermanfaat dan menjadikan kita semakin baik, semakin taat dan semakin dekat dengan Allah SWT. Wallahu a'lam.
1 Mengumpulkan semua hadis yang terkait dengan hadis surga dibawah telak kaki ibu didalam kitab kutub al-tis'ah. 2. Membuat skema periwayatan hadis. 3. Memaparkan biografi dari tiap-tiap rawi.. 1. Takhrîj Hadis. Setelah mencari dari kitab-kitab hadis 9 imam (kutub al-tis'ah), ternyata hadis ini hanya terdapat dalam sunan al-Nasâ'î saja.
Pengertiandari pembagian hadits ditinjau dari kualitas sanad dan matan diatas, terdapat beberapa kata kaidah otentisitas hadits sanad dan matan hadits. Tujuannya yakni untuk mengukur dan meneliti keabsahan hadits yang diperlukan acuan dalam standar baku. Ataupun acuan yang dipakai sebagai kaidah-kaidah keshahihan hadits.
Pergilahkamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku terjemahan ayat Surat Al-Mu'minun Ayat 91 Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta -Nya, beserta -Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian
dengancara melacak awal kata matan hadits, takhrij dengan cara melacak suku kata atau potongan matan hadits, takhrij dengan cara melacak tema hadits, dan takhrij dengan cara melacak sifat-sifat khuhus terdapat pada sanad maupun matan hadits. Adapun langkah-langkah teknis yang harus diperhatikan oleh orang yang hendak 4 melakukan takhrij adalah
Bukubuku yang berkisaran di kalangan masyarakat yang dirupakan sebagai pedoman bagi umat Islam tentang hadits Pentingnya Penelitian Sanad Dan Matan Hadits Halaman 2 - tunggu
Kritiksanad bertujuan untuk melihat validitas dan kapabilitas menyangkut tingkat ketaqwaan dan intelektualitas perawi hadits serta mata rantai periwayatannya, sedangkan kritik matan bertujuan untuk menyelidiki isi atau materi hadits. Apakah hadits itu mengandung keanehan: dari segi bahasa, rasionalitas maupun pertentangan dengan al-Qur’an.
a8wDwLB. 1. Pengertian Sanad Hadits. Dari segi bahasa, sanad artinya yang menjadi sandaran, tempat bersandar, arti yang lain sesuatu yang dapat dipegangi atau dipercaya. Dalam istilah ilmu hadis sanad ialah rangkaian urutan orang-orang yang menjadi sandaran atau jalan yang menghubungkan satu hadis atau sunnah sampai pada Nabi Saw. Sanad menurut istilah ahli hadis yaitu “Jalan yang menyampaikan kepada matan hadis.” Atau dalam istilah lain “Mata rantai para periwayat hadis yang menghubungkan sampai ke matan hadis.” Menerangkan rangkaian urutan sanad suatu hadis disebut isnad. Orang yang menerangkan sanad suatu hadis disebut musnid. Sedangkan hadis yang diterangkan dengan menyebutkan sanadnya sehingga sampai kepada Nabi Saw. disebut musnad. 2. Pengertian Matan Hadits. Dari segi bahasa, matan berarti Punggung jalan, Tanah gersang atau tandus, membelah, mengeluarkan, mengikat. Matan menurut istilah ilmu hadis yaitu "Perkataan yang disebut pada akhir sanad, yakni sabda Nabi Saw. yang disebut sesudah habis disebutkan sanadnya." 3. Pengertian Rawi Hadits. Rawi yaitu orang yang memindahkan hadis dari seorang guru kepada orang lain atau membukukannya ke dalam suatu kitab hadis. Rawi pertama adalah para sahabat dan rawi terakhir adalah orang yang membukukannya, seperti Imam Bukhari , Imam Muslim, Imam Ahmad dan lain-lain. Suatu Hadis yang telah sampai kepada kita dalam bentuknya yang sudah ditadwin/terkodifikasikan terbukukan dalam buku-buku Hadis, melalui beberapa rawi dan sanad. Rawi terakhir Hadis yang termaksud dalam sahih Bukhari atau dalam Sahih Muslim, ialah Imam Bukhari atau Imam Muslim. Seorang penyusun atau pengarang, bila hendak menguatkan suatu hadis yang ditakhrijkan dari suatu kitab hadis, pada umumnya membubuhkan nama rawi terakhirnya pada akhir matan hadisnya. 4. Contoh Sanad, Matan dan Rawi Hadits. Untuk lebih memperjelas pemahaman kalian tentang berbagai unsur dalam sebuah hadis, perhatikan contoh berikut حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عُفَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ قَالَ حَدَّثَنِي عُقَيْلٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ حَمْزَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ أُتِيتُ بِقَدَحِ لَبَنٍ فَشَرِبْتُ حَتَّى إِنِّي لَأَرَى الرِّيَّ يَخْرُجُ فِي أَظْفَارِي ثُمَّ أَعْطَيْتُ فَضْلِي عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ قَالُوا فَمَا أَوَّلْتَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْعِلْمَ .. رواه البخارى Terjemah Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Ufair berkata, Telah menceritakan kepadaku Al Laits berkata, Telah menceritakan kepadaku Uqail dari Ibnu Syihab dari Hamzah bin Abdullah bin Umar bahwa Ibnu Umar berkata aku mendengar Rasulullah saw. bersabda “Ketika aku tidur, aku bermimpi diberi segelas susu lalu aku meminumnya hingga aku melihat pemandangan yang bagus keluar dari kuku-kukuku, kemudian aku berikan sisanya kepada sahabat muliaku Umar bin Al Khathab”. Orang-orang bertanya “Apa ta’wilnya wahai Rasulullah Saw.?” Beliau menjawab “Ilmu”. HR. Bukhari Dari contoh hadis tersebut yang dinamai sanad adalah حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عُفَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ قَالَ حَدَّثَنِي عُقَيْلٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ حَمْزَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ Contoh Matan adalah بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ أُتِيتُ بِقَدَحِ لَبَنٍ فَشَرِبْتُ حَتَّى إِنِّي لَأَرَى الرِّيَّ يَخْرُجُ فِي أَظْفَارِي ثُمَّ أَعْطَيْتُ فَضْلِي عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ قَالُوا فَمَا أَوَّلْتَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْعِلْمَ Yang disebut rawi/mukharrij adalahرواه البخارى Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang pengertian sanad, matan, rawi hadits dan Contoh sanad, matan, rawi hadits. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari pembahasan tersebut. Aamiin. Sumber Al-Qur'an Hadis Kelas X MA, Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta 2014. Kujnjungilah selalu semoga bermanfaat. Aamiin.
Sebelum beranjak jauh kepada pembahasan, mengenai pengertian sanad, matan, dan rawi, ada penjelasan bahwa ketiganya memiliki hubungan erat yang tidak bisa dilepaskan dari salah satunya. Sanad, ada namun tidak ada matan pesan hadits nya, maka tidak bisa dikatakan hadits. Ada dua-duanya, antara matan dan sanad, namun tidak ada perawi pun juga tidak bisa dinamakan hadits. Apa itu sanad, matan, dan rawi hadits?Pengertian SanadSanad Dalam Segi BahasaSanad Dalam Segi IstilahContoh SanadPengertian Matan HaditsPengertian Matan dalam Segi BahasaPengertian Matan dalam Segi IstilahContoh MatanPengertian Rawi HaditsPengertian Rawi dalam Segi BahasaPengertian Rawi dalam Segi IstilahContoh Rawi HaditsKesimpulanSanad memiliki dua arti, yaitu dalam segi bahasa dan istilah. Dalam segi bahasa merupakan pengertian dalam arti sempit. Sedangkan istilah merupakan arti sanad yang lebih luas dapat dijelaskan sebagai berikutSanad Dalam Segi BahasaSanad dalam pengertian bahasa sanada-yasnudu yang memiliki arti mutamad yaitu sandaran atau bersandar, tempat berpegang, yang dipercaya atau yang sah sehingga hadits-hadits yang memiliki sanad berarti memiliki orang-orang yang dipercaya dalam menyampaikan hadits Dalam Segi IstilahSedangkan secara istilah, arti kata sanad adalah silsilah orang atau urutan yang menghubungkan kepada matan di sini ialah urutan orang-orang yang dapat menghubungkan hadits dan isi matan terbentuk. Orang-orang inilah yang disebut dengan sanad. Sanad berbeda dengan rawi, karena rawi orang terakhir yang menyampaikan SanadContoh sanad hadits di antaranyaQutaibah bin Sa’id telah meyampaikan hadits pada kami. Abd al-Wahab memberitakan kepada kami. Dia berkata saya mendengar Yahya bin Sa’id yang mengatakan Muhammad bin Ibrahim telah memberi tahu bahwa ia mendengar Alqamah bin Waqas al-Laytsi berkata Aku mendengar Umar bin al-Khattab berkata Saya dengar rasulullah SAW bersabda Sesungguhnya amal itu dengan niat. Sesungguhnya bagi setiap orang tergantung pada apa yang dia niatkan. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasulnya, maka hijrahnya kepada Allah dan rasulnya. Barang siapa yang hijrahnya untuk kepentingan dunia, atau yang hijrahnya karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya sesuai apa yang diharapkannya. HR. Bukhari.Hadits di atas merupakan contoh dari sanad, sanadnya yaitu orang-orang yang disebutkan sebelum mencapai pesan. Rantai jalur hadits yang dapat dijelaskan Yakni, 1. Nabi Muhammad SAW, 2. Umar bin al-Khattab, 3. Alqamah bin Waqas al-Laytsi, 4. Muhammad bin Ibrahim, 5. Yahya bin Sa’id, al-Wahab, 6. Qutaibah bin Sa’id. Demikian rantai urutan para penyampai pesan yang dapat disebutkan dalam hadits Juga Nama Malaikat Beserta TugasnyaPengertian Matan HaditsMatan memiliki dua arti, bisa dilihat dari segi bahasa, atau bisa juga dari arti istilah. Pengertian matan secara bahasa berarti matan tersebut memiliki arti yang Matan dalam Segi BahasaMatan hadits dalam arti bahasa memiliki arti ma shaluba wa irtafa’amin al-aradhi tanah yang meninggi. Maksudnya adalah sebuah pesan yang Matan dalam Segi IstilahLalu pengertian matan menurut istilah adalah materi dan lafadz yang ada di dalam hadits. Ada juga yang mengartikan matan sebagai ujung atau tujuan dari sanad. Sehingga seperti yang dikatakan ath-thibi, matan artinya lafazh-lafazh hadits yang di dalamnya terkandung makna-makna tertentu. Ada pengertian lain menurut istilah perkatan yang disebut pada akhir sanad yang mewakili pesan yang disampaikan oleh rasul melalui hadits yang telah dijelaskan di atas mengenai pengertian sanad, matan secara bahasa dan istilah, kita dapat mengetahui bahwa antara sanad dan matan memiliki kesinambungan yang sangat erat. Sanad adalah orang-orang yang membawa pesan atau isi hadits itu bisa ada dan tersampaikan melalui pengertian perawi hadits juga sangat mempengaruhi munculnya hadits kepada orang-orang di masa kini yang tinggal menikmati dan meneliti tentang keabsahannya dengan cara melihat para perawi dan sanad yang sangat erat kaitannya dengan kebenaran hadits yang dibawa, karena dari sanad yang tersusun, matan atau isi ini harus disampaikan dengan kata yang sama. Jika berbeda redaksi maka hadits tersebut bisa diragukan keabshannya. Namun jika hadits itu mutawatir, dan mutawatirnya kategori ma’nawi, maka boleh, tetapi yang dapat menyimpulkan adalah para ulama’ seperti hadits yang telah berhasil MatanContoh matan di antaranya“ dari Muhammad yang diterima dari Abu Salamah yang diterima dari Abu Hurairah, bahwa rasulullah bersabda “seandainya tidak memberatkan terhadap umatmu, niscaya aku suruh mereka untuk bersiwak menggosok gigi niscaya aku melakukan salat.”Dapat dijelaskan bahwa “seandainya tidak memberatkan terhadap umatmu, niscaya aku suruh mereka untuk bersiwak menggosok gigi niscaya aku melakukan salat.” Merupakan isi hadits yang ada setelah sanad hadits disebutkan. Dengan demikian matan hadits dapat dikatakan sebagai inti pokok Rawi HaditsPengertian perawi atau rawi hadits ada dua macam, yaitu pengertian dalam segi bahasa lughat atau pengertian secara istilah, seperti di bawah iniPengertian Rawi dalam Segi BahasaRawi hadits dalam pengertian bahasa yaitu arawi yang artinya orang yang meriwayatkan atau memberitakan hadits itu kepada manusia. Bisa juga pengertian rawi hadits dalam bahasa adalah orang yang meriwayatkan hadits, rawi hadits, orang yang memindahkan Rawi dalam Segi IstilahLebih lanjut, antara rawi hadits dengan sanad memiliki kemiripan posisi. Sanad hadits adalah orang yang membawa hadits bisa sampai pada penyampai terakhir, namun harus tersusun dari beberapa orang penyampai. Harus ada orang yang pertama kali mendengar atau melihat langsung kepada rasul. Sedangkan perawi hadits adalah orang yang terakhir yang membawa Rawi HaditsContoh rawi hadits di antaranya“Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Ma’mur bin Rabi’i al-Qaisi, katanya telah menceritakan kepadaku Abu Hisyama al-Mahzumi dari Abu al-Wahid yaitu Ibnu Ziyad, katanya telah menceritakan kepadaku Utsman bin Hakim, katanya telah menceritakan kepadaku Muhammad al-Munqadir, dari Arman, dari Utsman bin Affan berkata, dari Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa yang berwudlu dengan sempurna sebaik-baiknya wudlu keluarlah dosa-dosanya dari seluruh badannya, bahkan dari bawah kukunya.” HR. Muslim.Dari hadits di atas dapat dikatakan bahwa, hadits tersebut terdiri dari sanad, matan, dan perawi hadits. Karena telah dijelaskan seperti di atas bahwa sanad itu yang membawa pesan dari nabi hingga perawi akhir, maka perawi hadits di sini merupakan yang membawa pesan nabi untuk yang terakhir kali, biasanya diletakkan di akhir hadits. Jika dilihat dari hadits di atas, maka perawi haditsnya adalah Juga Pengertian Al-QuranKesimpulanDemikian penjelasan mengenai sanad, matan, dan perawi hadits. Kesimpulannya, sanad adalah rangkaian orang-orang yang membawa hadits tersebut sampai kepada nabi Muhammad. Sedangkan matan merupakan isi pesan atau inti pokok hadits. Sedangkan perawi hadits adalah orang-orang yang meriwayatkan hadits namun tidak diletakkan di atas hadits, tapi di bawah hadits. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembacanya.
Ilmu atau العم dalam bahasa arab diartikan sebagai نور atau cahaya. Di dalam al qur’an kata ilmu disebut sebanyak 80 kali jumlah tersebut sudah dalam pengertian makrifat juga nakirohnya. Sedangkan kata allama ya’lamu a’lim disebut lebih dari 100 kali penyebutan kata ilmu yang berulang-ulang inilah menjadi acuan atau dorongan bagi umat islam agar mau menuntut ilmu, karena dengan ilmulah derajat manusia lebih tinggi dari makhluk Alloh SWT lainnya. Hadits tentang menuntut ilmu cukup banyak, berikut adalah Hadits tentang menuntut ilmu lengkap dengan sanad, matan dan Menuntut Ilmu dari Buaian Hingga Liang LahatAdapun terkait kewajiban menuntut ilmu Rasululloh Saw berulang kali memberikan motivasi kepada para sahabatnya agar mau menuntut ilmu bahkan hingga ke negeri china, juga menuntut ilmu adalah kewajiban setiap manusia baik dari buaian hingga liat العم من المهد الى Ø§Ù„Ù„ØØ¯ ” tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”Kata ØÙ„ب diimbuhi dengan ا maka menjadi fi’il amar yang menunjukan kata perintah, maka artinya adalah Al-Qur’an tentang Menuntut IlmuAlloh SWT juga memberikan motivasi kepada umat islam yang mau menuntut ilmu dalam salah satu firmanNya dalam QS. Al mujadilah ayat الله الذين ءامنو منكم والذين اوتوا العلم درجت ØŒ والله بما تعملون ØØ¨ÙŠØ±Al Mujadilah Ayat 11“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Alloh maha mengetahui sesuatu yang kamu kerjakan”.Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, karena ilmu adalah cahaya bagi sebuah negara. Jika masyarakatnya tidak berilmu maka gelaplah negaranya. Begitu juga dalam sebuah keluarga, jika sebuah keluarga tidak didasari dengan ilmu maka gelaplah masa depan yang bertujuan kepada amar ma’ruf nahi munkar juga menjadi sebaik-baiknya manusia dengan ilmu pulalah Alloh mengangkat derajat setiap manusia baik di dunia hingga kelak di akhirat, namun jangan lupakan ilmu harus diiringi dengan adab karna ilmu tanpa adab maka seperti pohon yang tidak berbuah atau dengan kata lain ilmu tanpa adab adalah sebuah kesia-siaan yang dapat menjadikan kehancuran manusia itu sendiri. Dalam sebuah maqolah disebutkan “ilmu tanpa adab seperti pohon yang tidak berbuah” .Maka jelaslah disini bahwa menuntut ilmu bagi setiap manusia adalah fardhu yang artinya wajib untuk kemaslahatan manusia itu sendiri juga hubungannya dengan sesama manusia ataupun hubungannya dengan Tuhannya semua tak luput harus didasari dengan kelak jika ia bercita-cita menjadi manusia yang beruntung diakhirat maka harus didasari ilmu sedini tentang Menuntut Ilmu Lengkap dengan Sanad, Matan dan RawiHadits tentang menuntut ilmu cukup banyak. Berikut merupakan hadits tentang menuntut ilmu yang lengkap dengan sanad, matan dan rawinya. Disertakan juga bahasa arab dan arti dalam bahasa IndonesianyaHadits tentang Menuntut Ilmu dan Kemudahan Jalan Menuju Surgaعن ÙƒØÙŠØ± بن قيس قال كنت جالسا عند أبي Ø§Ù„Ø¯ÙØ±Ø¯Ø§Ø¡ ÙÙŠ مسجد دمشق , ÙØ£ØªØ§Ù‡ رجل , Ùقال يا أبا Ø§Ù„Ø¯ÙØ±Ø¯Ø§Ø¡ , أتيتك من المدينة – مدينة رسول الله صلÙÙ‰ الله عليه وسلÙÙ… – Ù„ØØ¯ÙŠØ بلغني أنÙÙƒ ØªÙ€ØØ¯ÙØ Ø¨Ù‡ عن Ø§Ù„Ù†ÙØ¨Ù€ÙŠÙ . قال Ùما جاء بك تـجارة ØŸ . قال لا . قال ولا جاء بك غيره ØŸ . قال لا . قال ÙØ¥Ù†ÙÙŠ سمعت رسول الله صلÙÙ‰ الله عليه وسلÙÙ… يقول †من سلك ØØ±ÙŠÙ‚ا يلتمس Ùيه علما سهÙÙ„ الله له ØØ±ÙŠÙ‚ا إلى Ø§Ù„Ø¬Ù†ÙØ© , وأن٠الـملائكة لتضع Ø£Ø¬Ù†ØØªÙ‡Ø§ رضا Ù„ØØ§Ù„ب العلم , ÙˆØ¥Ù†Ù ØØ§Ù„ب العلم ÙŠØ³ØªØºÙØ± له من ÙÙŠ السÙماء والأرض ØØªÙÙ‰ الØÙŠØªØ§Ù† ÙÙŠ الـماء , ÙˆØ¥Ù†Ù ÙØ¶Ù„ العالم على العابد ÙƒÙØ¶Ù„ القمر على سائر الكواكب , إن٠العلماء هو ÙˆØ±ØØ© الأنبياء , إن٠الأنبياء لم ÙŠÙˆØ±ÙØÙˆØ§ ولا درهما , إنÙما ÙˆØ±ÙØÙˆØ§ العلم , Ùمن Ø£ØØ°Ù‡ , Ø£ØØ° Ø¨Ù€ØØ¸Ù ÙˆØ§ÙØ±Dari Katsir bin Qais Radhiyallahu’anhu, dia berkata “Ketika aku sedang duduk disebelah Abu Darda’ di Masjid Damaskus. Tiba – tiba datang seorang laki – laki kepadanya, lalu laki – laki itu berkata “Wahai Abu Darda’, Aku datang kepada mu dari kota Madinah –kota Madinah Rasulullah- untuk keperluan sebuah hadits yang sampai kepada ku bahwa engkau pernah meriwayatkan nya dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. Abu Darda’ berkata “Apakah kamu datang sekalian untuk berdagang?†Dia menjawab “Tidak†Abu Darda’ berkata lagi “Apakah kamu datang sekalian untuk keperluan selain itu?†Dia laki – laki itu menjawab “Tidak†Abu Darda’ berkata “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda “Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Surga. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap – sayap nya. Karena ridha kepada penuntut ilmu. Sesungguhnya orang menuntut ilmu akan dimintakan ampunan oleh makhluk yang ada di langit dan di bumi hingga ikan yang ada didalam air. Sesungguhnya keutamaan seorang alim ulama dibandingkan seorang ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya para Ulama adalah pewaris para Nabi. Dan Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham. Tetapi mereka hanya mewariskan ilmu. Barangsiapa yang mengambilnya, maka dia telah mengambil bagian yang Shahih Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah rahimahullah dalam Sunan nya hadits no 223, Imam Abu Daud rahimahullah dalam Sunan nya, hadits no 3641. Imam Ibnu Hibban rahimahullah didalam Shahih nya hadits no 88. Imam At-Tirmidzi rahimahullah didalam Sunan nya hadits no 2682, Imam Ad-Darimi rahimahullah didalam sunan nya Imam Ahmad rahimahullah didalam Musnad nya, Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah, dan dihasankan oleh Syaikh Syu’aib, Syaikh Fawwaz, Syaikh Khalid, Syaikh Hamzah]Hadits tentang Orang belajar dan mengajar ilmu dengan ikhlas seperti orang berjihad dijalan Allahعن أبي هريرة قال سمعت رسول الله صلÙÙ‰ الله عليه وسلÙÙ… يقول †من جاء مسجدي هذا ,لم يأته إلا٠لØÙŠØ± يتعلÙمه أو يعلÙمه , Ùهو بـمنـزلة الـمجاهد ÙÙŠ سبيل الله , ومن جاء لغير ذلك , Ùهو بـمنـزلة Ø§Ù„Ø±ÙØ¬Ù„ ينظر إلى متاع غيره â€Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, dia berkata “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda “Barangsiapa yang datang ke masjid ku ini yang tidak lain kecuali hanya untuk kebaikan yang ingin dia pelajari atau yang ingin dia ajarkan. Maka kedudukan nya sama dengan seorang berjihad dijalan Allah. Dan barangsiapa datang dengan niat selain itu, maka kedudukan nya sama dengan seseorang yang hanya dapat memandang harta orang lain Shahih Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam sunan nya hadits no 227. Dan ini lafadz milik nya. Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban dalam shahih nya hadits no 86. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnad nya haidts no 8603. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dan Dihasankan oleh Syaikh Syuaib al-Arnauth].